SMK Wachid Hasyim Surabaya

0
398

pendidikan-smk-wahid-hasyim-surabaya

 

Surabaya, 7-10-2013

Sukses Kombinasikan Keilmuan dan Keahlian

 Tahun lalu, sekolah ini berhasil mencatat prestasi fantastis. Hampir semua koran lokal memberitakan lantaran empat siswanya mampu mendominasi sepuluh besar peraih nilai Unas SMK terbaik se-Surabaya. Bagaimana kiat mereka mempertahankan prestasi itu tahun ini?

Pukul 06.30 WIB, para siswa SMP, SMA dan SMK Wachid Hasyim yang berada dalam satu kompleks telah memasuki kelas masing-masing. Seorang guru juga sudah duduk di hadapan mereka. Semua buku masih tersimpan di dalam tas. Kecuali satu jilid buku yang covernya berwarna cokelat mengkilap. Ketika dibuka, ternyata buku terebut adalah mushaf al-Quran yang sudah dijilid per juz.

Tak lama kemudian, alat pengeras suara mulai bekerja. Suara seorang laki-laki terdengar mengucapkan salam kemudian dilanjutkan dengan ajakan membaca surat al-Fatihah. Suara itu terus terdengar di seluruh kelas. Sebelum memulai pelajaran sekolah, suara yang bersumber dari kantor yayasan itu setiap pagi memandu para siswa untuk melantunkan ayat-ayat suci al-Quran secara bersamaan.

“Tradisi ini sudah berjalan sejak dulu sebagai salah satu upaya agar para siswa selalu dekat dengan al-Quran. Kalau ada yang terlambat, mereka diarahkan ke masjid kemudian diajak shalat dhuha, mengaji dan diberi sentuhan qalbu,” tutur Dra Hj Muntafi’ah DJ, Wakil Kepala (Waka) SMK Wachid Hasyim.

Selain itu, lanjut Waka bidang kurikulum ini, para siswa di lembaga ini juga dibekali dengan ilmu agama yang lengkap. Normalnya, sekolah umum hanya menyediakan pelajaran agama selama dua jam dalam seminggu. Tapi Yayasan Wachid Hasyim mengharuskan setiap sekolah memberikan waktu lima jam dalam seminggu. Tiga jam digunakan untuk mata pelajaran al-Quran Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Sedangkan yang dua jam lagi dipakai untuk pendidikan Bahasa Arab dan pembinaan membaca al-Quran.

“Kalau ada siswa yang sama sekali tidak bisa membaca al-Quran, ada program khusus agar ia bisa membaca al-Quran. Itulah beberapa kegiatan yang menjadi ciri khas kami sebagai sekolah umum plus. Dan terbukti, kegiatan tersebut justru menjadi salah satu pertimbangan utama bagi wali murid untuk menyekolahkan anaknya,” lanjut ibu yang biasa disapa Bunda Tafik ini.

Kiat Khusus Hadapi Unas

Kampus SMK Wachid Hasyim terletak di Jalan Sidotopo Wetan Baru No 37 Surabaya. Lokasinya berada di dalam satu kompleks dengan SMP dan SMA Wachid Hasyim Surabaya. Namanya memang identik dengan tokoh pembaharu pendidikan Islam di Indonesia, KH A Wachid Hasyim.

Lembaga pendidikan ini didirikan pada 1987 dengan nama SMEA Wachid Hasyim, lebih muda dari pada SMP dan SMA. Kala itu, para pengurus yayasan memiliki cita-cita tidak hanya mencetak generasi yang berpengetahuan saja, tetapi juga ingin mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan.

Awalnya, SMEA Wchid Hasyim memiliki status Tercatat dengan bidang keahlian bisnis dan manajemen. Sebanyak 104 siswa yang menjatuhkan pilihan belajar di lembaga pendidikan baru itu. Proses penyesuaian kurikulum terus dilakukan sesuai dengan kebijakan Menteri Pendidikan termasuk mengubah nama menjadi SMK. Baru pada tahun 2005, SMK Wachid Hasyim membuka bidang keahlian baru, yaitu program keahlian multimedia. Dan pada tahun 2007, SMK Wachid Hasyim yang semula berstatus Disamakan berubah menjadi Terakreditasi A.

Kini, SMK Wachid Hasyim memiliki 1156 siswa yang tersebar di tiga bidang keahlian, yaitu administrasi perkantoran (APK), akuntansi (AK) dan Multimedia (MM). Di setiap angkatan, umumnya MM berjumlah 6 kelas, APK 2 kelas dan AK 2 kelas. Masing-masing kelas rata-rata dihuni oleh 40 siswa-siswi.

Pada tahun 2011 lalu, SMK Wachid Hasyim menjadi sekolah yang fenomenal. Hampir semua koran lokal memberitakan prestasi sekolah ini dalam meraih nilai Unas. Siswa dengan raihan nilai tertinggi SMK se-Surabaya diraih Martina Putri Pratama dari SMKN 1 dengan nilai 37,00. Persis di bawahnya adalah Amiyratuz Zahrah (SMK Wahid Hasyim di ranking 2) dengan nilai 36,80, kemudian Faridah, Futichatush Sholichah, dan Sri Hardianti Rukmana (Semuanya SMK Wachid Hasyim di ranking 3) dengan nilai sama ; 36,60.

Dengan kata lain, prestasi ini menegaskan bahwa SMK Wachhid Hasyim menjadi SMK swasta dengan raihan nilai Unas terbaik se-Surabaya. “Alhamdulillah. Itu semua berkat doa dan kerja keras semua elemen sekolah. Baik para guru, murid dan wali murid,” ungkap Bunda Tafik.

Menurut Kepala SMK Wachid Hasyim Drs Nyuhartono, secaara umum konsep pembelajaran lembaganya dibagi dalam tiga tahun. Tahun pertama adalah masa emas bagi siswa untuk memperbanyak ilmu penngetahuan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Tahun kedua adalah waktu untuk mempraktikkan ilmu pengetahuan tersebut melalui program praktik kerja industri.

Tahun ini, SMK Wachid Hasyim bertekad mengulang sukes tahun lalu dalam menghadapi Unas. Semua sudah dipersiapkan secara matang dan terjadwal. Kiat-kiat khusus yang diupayakan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Dan tahun ketiga adalah saat yang tepat untuk persiapan menghadapi Unas. “Hanya saja, kami sekarang sedang disibukkan dengan persiapan standarisasi internasional terhadap sistem administrasi sekolah sesuai dengan ISO 9001:2008. Tapi insya Allah persiapan Unas bagi siswa tetap yang utama di bawah wewenang Waka Kurikulum,” kata pria yang sebelumnya menjadi Kepala SMA Wachid Hasyim selama 16 tahun ini.

Bagaimana kiat khususnya? Bunda Tafik tidak keberatan membaginya untuk para pembaca Aula. Dalam aspek pembelajaran, SMK Wachid Hasyim melakukan beberapa upaya. Pertama, semua guru mata pelajaran Unas diajak melakukan kajian secara mendalam terhadap soal-soal Unas selama lima tahun ke belakang. Tentu bukan bunyi soalnya yang dianalisis, melainkan model dan esensi pertanyaannya.

Kedua, sejak kelas satu semua guru mata pelajaran Unas diarahkan agar membuat soal UTS dan UAS sesuai dengan soal-soal yang tertera di lembar Unas. Langkah ini dipakai untuk membiasakan para siswa dengan soal Unas sejak dini. Ketiga, ketika siswa sudah memasuki kelas tiga, sekolah langsung mulai memberikan satu jam tambahan waktu untuk belajar mata pelajaran Unas setiap hari. Jika normalnya para siswa pulang pukul 14.00 WIB, maka khusus kelas tiga pulangnya pukul 15.00 WIB.

Keempat, meng-update pengembangan soal Unas melalui naskah bank soal yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan di Yogyakarta bernama LP2IP “Kami sudah mengkaji berbagai macam naskah bank soal. Akhirnya kami temukan bahwa produk dari LP2IP ini yang paling pas,” ujar Bunda Tafik.

“Dalam proses ini yang tidak kalah penting adalah kekompakan para guru, siswa dan orang tua. Semua harus berusaha sesuai prosinya. Pihak sekolah juga harus memberikan hak-hak guru sesuai dengan kinerja dan prestasinya. Jangan sampai ada yang gerundel di belakang,” lanjut guru yang mengajar Bahasa Indonesia ini.

Waka bidang kesiswaan Djunaidi, SPd menambahkan, selain dalam aspek pembelajaran, kiat khusus juga harus dilakukan dalam aspek psikologis dan spiritual. Para guru dan orang tua diharapkan saling bekerjasama untuk selalu meningkatkan motivasi belajar para siswa. Beberapa program sekolah juga diarahkan untuk mendekatkan para siswa kepada Allah SWT. Selain rutin mengaji al-Quran setiap pagi sebelum memulai pelajaran, para siswa dan guru juga diajak untuk beristighosah, memohon hasil yang terbaik kepada Allah.

“Istighosah itu dilakukan setiap seminggu sekali selama satu tahun. Bimbingan konseling juga kami optimalkan untuk menjaga stabilitas emosi mereka. Mudah-mudahan segala upaya kami bida menjadi bekal para siswa meraih kesuksesan. Bukan hanya untuk menghadapi Unas, tapi juga untuk kesuksesan masa depan di dunia dan akhirat,” pungkas Djunaidi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here