Apa pendapat KH Abdurrahman Navis, Lc, MHI, (Ketua Bidang Fatwa MUI) tentang “Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan”

0
930
Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan

Surabaya, 22 Juli, 2013
Sejumlah kalangan sangat mengapresiasi kehadiran Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan. Diharapkan akan semakin banyak kalangan yang mempercayakan transaksi keuangan dan jasa dengan menggunakan jasa koperasi kebanggan ini.

Salah seorang kiai berpengaruh yang berhasil dikofirmasi itu adalah KH Abdurrahman Navis, Lc, MHI. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya ini berharap agar keberadaan Koperasi Mabadiku mampu memberikan perspektif baru yang memberikan rasa aman bagi umat Islam, khususnya warga NU.

“Secara pribadi saya sangat setuju atas ikhtiar sejumlah kalangan profesional untuk mewujudkan koperasi ini,” katanya di Kantor PWNU Jawa Timur (20/7).

Ketua Bidang Fatwa MUI Jatim ini menandaskan bahwa “Pada prinsipnya sitem koperasi itu sesuai dengan sistem Islam,” katanya usai rapat harian PWNU Jatim.

“Asalkan dengan syarat tidak ada unsur gharar atau tipu daya,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Maksud dari gharar tersebut adalah “Seperti meniopu anggota untuk kepentingan dirinya,” ungkapnya.

Demikian juga dalam koperasi yang ada jangan menyediakan produk yang haram. “Seperti penggunaan simpan pinjam yang menggunakan bunga,” terangnya.

Terhadap keinginan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendirikan koperasi, maka hal itu dianggap hal yang positif. Kiai Navis, sapaan akrabnya memandang hal itu sebagai langkah maju untuk kemandirian  organisasi.

Namun demikian Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim ini berharap untuk ekstra hati-hati dalam mengelola koperasi NU.

“Perlu seleksi yang ketat untuk para pimpinan dan pengelolanya,” katanya. “Mohon untuk dicari dan dipilih pengelola yang shidiq atau jujur, amanah yakni dapat dipercaya, tabligh (menyampaikan) serta fathonah atau cerdas,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here